5 Langkah Perencanaan Keuangan Untuk Menjamin Masa Depan Saat Pandemi Corona

Dampak Covid-19 terhadap perekonomian dan keuangan rumah tangga khususnya memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Untuk itu, penting bagi kita mengelola keuangan dengan baik agar keuangan kita tidak berantakan. Tidak hanya itu, pandemi ini juga membuat perilaku pengeluaran uang juga berubah, seperti pengeluaran grocery yang meningkat karena orang cenderung masak sendiri agar tejamin kebersihannya. Namun demikian ada juga jenis pengeluaran yang akan berkurang seperti dana jalan-jalan/liburan. “Generasi muda saat ini berada pada masa dimana mereka sedang mencari pola dalam merencanakan keuangannya dengan baik. Sementara itu, mereka juga memiliki kebutuhan hidup dan tanggung jawab finansial.

Setelah membuat anggaran bulanan, jangan lupa untuk menganalisa setiap pos keuangan. Misalnya, untuk pos kebutuhan sehari-hari, kira-kira pengeluaran apa yang paling besar. Setelah itu, cari solusinya, apakah bisa meminimalisir pengeluaran tersebut.

Sebaliknya, jika pemasukan lebih kecil dari pengeluaran, maka kondisi keuanganmu tidak sehat. Dana darurat bagi kamu yang belum menikah minimal enam kali dari pengeluaran bulanan. Jika kamu sudah menikah namun belum memiliki anak, dana darurat yang kamu butuhkan minimal sembilan kali dari pengeluaran bulanan. Apabila kamu telah memiliki anak, minimal kamu memliki dana darurat sebanyak dua belas kali dari pengeluaran bulanan. Menjalankan aktivitas hanya dari rumah saja demi memutus penularan wabah virus COVID-19 adalah kenyataan yang harus diterima.

Selama pandemi, hiburan datang dari menonton film lewat layanan streaming, olahraga ringan dan baca buku yang selama ini belum sempat dibaca, karena kesibukan di luar rumah. Karena pandemi Covid-19 orang cenderung menjadi impulsif saat berbelanja kebutuhan sehari-hari, terutama menjelang lebaran karena takut stok barang menghilang atau harganya melonjak naik. Maka tak heran jika banyak orang membeli barang sehari-hari dalam jumlah yang berlebihan. Saat berbelanja kebutuhan keluarga, kamu harus dapat mengendalikan akal sehatmu dan bukan mengedepankan emosional. Jika belanja dengan menggunakan akal sehat, kamu tidak akan belanja berlebihan sehingga tak akan menguras keuangan keluarga.

Padahal mengelola keuangan itu sangat penting agar dapat tercukupi kebutuhan dengan baik. Tidak hanya orang tua saja yang harus bisa mengelola keuangan dengan baik. Pertama, Bunda perlu memiliki dana darurat dan perlindungan dalam satu tempat.

Ketika bisnismu kembali stabil, kamu bisa mencari karyawanmu dan mempekerjakannya kembali atau merekrut karyawan baru dengan kompetensi kerja yang lebih baik. Sehingga, 20% dana THR dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya penting, seperti biaya kesehatan dan biaya sekolah. Di masa pandemi saat ini, kita perlu lebih memperhatikan kesehatan baik diri kita dan keluarga. Jika kondisi dana darurat Anda terbatas, maka bisa menggunakan tabungan yang Anda miliki. Jadi ilustrasinya tabungan(macam-macam jenisnya) adalah kendaraannya, exit-nya mau di mana dulu itu yang disebut dana darurat. Selama tiga pekan pertama di rumah saja, banyak yang merasa lebih boros, pengeluaran bertambah karena sering prime up dompet digital dan belanja di grocery store untuk stok makanan.

TIdak boros di masa pandemi

Financial Trainer QM Financial Emiralda Noviarti menyampaikan, yang diperlukan adalah pemetaan penggunaan uang. Sebab, jika tidak ada rencana, sulit untuk mengatur keuangan di masa pandemi. Maka, dari itu agar kamu tetap mempunyai dana darurat, yuk ketahui cara mengelola keuangan di bulan Ramadhan tahun ini. Rasanya cara mengelola keuangan rumah tangga saat Ramadan tahun ini terasa berbeda? Agar kondisi keuangan menjadi baik dan terukur di masa mendatang, salah satunya adalah menyisihkan sebagian uang untuk dikembangkan. Untuk memilih produk pengembangan dana, Sobat bisa mengembangkan dana di Financial Technology Peer to Peer Lending Akseleran.

Jika kebiasaan baik ini dijaga terus menerus ini akan menjadi habit, jadi budaya hemat, tidak boros. Parent Pinters juga perlu mengecek portofolio aset, mulai dari tabungan, deposito, asuransi, atau investasi sebagai perlindungan dari kesulitan keuangan. Simpanan darurat bisa menjadi dana cadangan agar tak perlu membobol tabungan untuk kebutuhan mendesak. Beragamnya perhatian yang perlu diberikan, melahirkan kondisi yang menambah daftar tugas ibu selama masa pandemi. POTENSIBISNIS – Sebagai bulan penutup, Desember merupakan momen yang tepat untuk mengevaluasi kembali kondisi keuangan pribadi.

Dengan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan tidak hanya bisa meringankan beban mereka saja. Namun, juga membantu bangsa Indonesia untuk segera keluar dari krisis ekonomi saat ini. Menurutnya, belanja sebaiknya difokuskan pada hal-hal fungsional saja. Sementara itu, untuk kebutuhan lain yang bersifat tidak fungsional sebaiknya dihindari.

Borosnya pengeluaran selama pandemi juga bisa disebabkan karena meroketnya harga. Tak hanya kebutuhan pokok, kebutuhan yang digunakan untuk mendukung selama karantina juga menjulang tinggi harganya. Anda bisa melihat bagaimana naiknya harga barang tersebut bahkan dengan nilai yang tidak masuk akal sama sekali. Dengan begitu Anda bisa mengatur keuangan dengan baik selama masa pandemi.