Rancangan Program Manajemen Perubahan Guna Meningkatkan High Quality Of Work Life Dengan Menyeimbangkan Kehidupan Kerja Dan Kehidupan Pribadi

Integritas lebih menyangkut “heart” yaitu kemampuan olah nurani yang mencakup antara lain kejujuran, ketulusan, komitmen dan sebagainya. Dan integritas dibangun melalui tiga unsur penting yaitu nilai-nilai yang dianut oleh Si Pemimpin , konsistensi, dan komitmen. Intergritas ini akan semakin kokoh jika si pemimpin memiliki konsistensi antara apa yang diucapkan dengan apa yang dilakukan dan memiliki komitmen terhadapnya. Bila tidak memiliki integritas, kita akan kehilangan kredibilitas karena orang lain akan menjauhi kita untuk menghindari kekecewaan. Bertanggung jawab memiliki makna kesediaan seorang hakim dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya yang menjadi wewenangnya serta bersedia bertanggung jawab atas segala akibat dari tugas dan wewenangnya tersebut. Dengan begitu akan terwujud kepribadian yang mampu mengakkan kebenaran dan keadilan, penuh pengabdian serta tidak akan menyalahgunakan tugas yang di amanahkan Kepadanya.

Memperhatikan kinerja pribadi

Segala proses pengembangan karyawan diharapkan akan mampu mengubah perilaku karyawan menjadi lebih baik baik untuk sekarang maupun diwaktu mendatang. Perilaku yang arif dan bijaksana mendorong terbentuknya pribadi yang berwawasan luas, mempuyai tenggang rasa yang tinggi, bersikap hati-hati, sabar dan santun. Kompetensi profesional yaitu kemampuan yang harus dimiliki guru dalam perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran. Guru mempunyai tugas untuk mengarahkan kegiatan belajar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Guru harus selalu meng-update, dan menguasai materi pembelajaran yang disajikan. Setiap kebijakan di tempat kerja dibuat untuk memandu semua karyawan mengenai praktik terbaik, mulai dari perilaku hingga cara berpakaian.

Sikap mandiri mendorong terbentuknya perilaku Hakim yang tangguh, berpegang teguh pada prinsip dan keyakinan atas kebenaran sesuai tuntutan ethical dan ketentuan hukum yang berlaku.5.Berintegritas TinggiIntegritas bermakna sikap dan kepribadian yang utuh, berwibawa, jujur dan tidak tergoyahkan. Integritas tinggi pada hakekatnya terwujud pada sikap setia dan tangguh berpegang pada nilai-nilai atau norma-norma yang berlaku dalam melaksanakan tugas. Manajemen sumber daya manusia dipicu dengan adanya tututan untuk lebih memperhatikan kebijaksaan yang diterapkan perusahaan terhadap karyawan. Kebijakan perusahaan yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan harapan kerja karyawan akan berdampak buruk pada sikap kerja karyawan. Berbagai penelitian menunjukan bahwa karyawan yang memiliki sikap kerja positif akan lebih berproduksivitas yang tinggi daripada yang sikap kerjanya negatif. Pekerja yang memiliki sikap positif terhadap pekerjaan akan rendah tingkat absensi dan pengunduran dirinya .

Apabila dibiarkan terus menerus, maka target perusahaan justru terancam untuk tidak tercapai. Sebagai seorang atasan, tentu Anda membutuhkan strategi khusus untuk menghadapi kemerosotan kinerja karyawan tersebut. Hal-hal berikut bisa Anda coba praktikkan agar karyawan lebih termotivasi dalam bekerja. Membiarkan para karyawan berkinerja buruk untuk berhenti mungkin merupakan solusi mudah dan bahkan menggoda untuk dilakukan jika mereka tidak berkontribusi bagi perusahaan, namun bisa jadi tidak semuanya buruk. Selain itu, hal ini akan meningkatkan biaya perusahaan untuk perekrutan, pelatihan, dan juga penurunan produktifitas. Oleh karena itu, berusaha mengubah para karyawan dengan kinerja buruk ini akan jauh lebih efektif daripada mengganti mereka.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Perbanas yang juga Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menegaskan, peningkatan kesadaran dan kepedulian industri perbankan tentang isu keamanan knowledge harus dilakukan. Data merupakan aset very important pelaku industri perbankan yang bisnisnya sangat tergantung pada kepercayaan masyarakat. Jika Anda menjalankan bisnis pribadi, selalu ada proyek baru untuk dikerjakan, konsumen baru untuk didekati dan teknologi baru untuk dicoba.

Melakukan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar, memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran. Penilaian kinerja adalah suatu proses yang digunakan pemimpin untuk menentukan apakah seorang karyawan melakukan pekerjaanya sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Jackofsky dan Peter memberi batasan turnover sebagai perpindahan karyawan dari pekerjaannya yang sekarang.Cascio mendefinisikan turnover sebagai berhentinya hubungan kerja secar permanen antara perusahaan dengan karyawannya. Maier menebutkan turnover sebagai perpisahan antara perusahaan dan pekerja, sedangkan Scott mendefinisikan gejala turnover sebagai perpindahan tenaga kerja dari dan ke sebuah perusahaan. Beach menggunakan kata termination, turnover dijelakan sebagai berpisah atau berhentinya karyawan dari perusahaan yang mengupahnya dengan berbagai alasan. Teori kepuasan kerja dalam lingkup yang terbatas terdiri dari teori perbedaan , teori keadilan dan teori dua issue.

Namun karena penilaian tersebut cenderung mengumpul dalam rentang benar-benar memuaskan, para karyawan jarang mengeluhkan hal ini. Bagaimanapun juga, kesalahan tersebut ada dan mempengaruhi ketetapan evaluasi. Namun, sikap lunak bisa menyebabkan kegagalan untuk mengenali kekurangan-kekurangan yang bisa diperbaiki.

Konsistensi perlu dipertahankan, namun juga butuh untuk mengakomodir perubahan dan inovasi. Semua orang membawa perspektif yang unik ke meja rapat, dan itu adalah sebuah keuntungan. Amati perspektif unik tersebut, juka minim resiko, dapat kita ambil untuk amunisi meraih kesuksesan. Menjadi parameter berharga bagi perusahaan untuk membuat sistem reward dan punishment yang lebih obyektif. Karyawan bisa mengelola kinerja pribadi lebih baik dengan mengetahui KPI atau acuan yang diberikan.